Lampung Timur (Grib Jaya Post) – Jembatan yang menghubungkan dua desa, yaitu Desa Kalipasir dan Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, ini sudah berpuluh-puluh tahun belum juga dibangun. Bahkan pembangunan yang ada pun belum juga selesai dan sudah banyak menimbulkan masalah, mulai dari kerusakan parah hingga kontraktornya harus menjalani proses hukum.

Masyarakat sekitar bersama para aktivis, LSM, ormas, serta pemerhati pendidikan terus memperjuangkan nasib jembatan ini, baik kepada pemerintah daerah, provinsi, bahkan pusat. Tak ketinggalan pula diviralkan oleh beberapa platform media sosial sehingga mendapatkan perhatian dari Komisi V DPR RI yang langsung turun ke lokasi.
Tepat pada tanggal 2 Februari 2026, menanggapi viralnya video yang beredar atas keluhan masyarakat terkait pembangunan jembatan, Anggota DPR RI Komisi V Hanan A. Rozak beserta Dinas PUPR Provinsi Lampung, Plt Kadis PUPR Lampung Timur Primadhiarta Ramadheni, Anggota DPRD Lampung Timur Ariyan Putra Marga, Anggota DPRD Provinsi, serta Camat Way Bungur Lusi Aprina ikut mendampingi Anggota DPR RI Hanan A. Rozak dari Komisi V untuk langsung meninjau jembatan penghubung Desa Tanjung Tirto dan Kalipasir, Way Bungur, Lampung Timur, yang sudah lama mangkrak tersebut.

Hanan A. Rozak menyampaikan,
“Pemerintah akan segera mengalokasikan pembangunan jembatan gantung atau Jembatan Merah Putih untuk akses penghubung dua desa karena dinilai sangat pentingnya adanya jembatan tersebut.”
Kementerian PU atau BPJN tengah melakukan analisis terkait kondisi dan kontur tanah serta jarak antar bibir sungai yang akan dibangun jembatan gantung, guna memastikan kualitas dan kuantitas material yang akan digunakan.
Kondisi masyarakat dan pelajar yang masih bergantung pada penyeberangan menggunakan perahu tambang dinilai sangat berisiko tinggi, terlebih saat banjir. Namun hal tersebut masih menjadi salah satu alternatif yang harus digunakan untuk melintas, sehingga menjadi sorotan dan perhatian Presiden Prabowo Subianto dalam menunjang pemerataan dan percepatan pertumbuhan ekonomi.
“Pemerintah Lampung Timur telah mengusulkan tujuh pembangunan jembatan gantung yang akan dijadikan jembatan sementara sebelum jembatan permanen selesai dibangun. Salah satunya adalah jembatan penghubung Desa Tanjung Tirto ke Kalipasir kepada Mendagri sejak awal 2025, di luar viralnya pemberitaan video yang beredar, dan diharapkan hal tersebut akan segera terealisasi serta dilaksanakan pada triwulan pertama tahun 2026 ini,” tambah Primadhiarta Ramadheni, Plt Kadis PUPR.Masyarakat sangat antusias dan berharap hal tersebut dapat segera dan benar-benar terealisasi, mengingat dua kali proses pembangunan jembatan sebelumnya gagal dan telah menelan banyak biaya akibat berbagai hal sehingga terhenti di tengah jalan.

Hanan A. Rozak yang mewakili Komisi V DPR RI berjanji akan secepatnya mewujudkan mimpi masyarakat kedua desa agar menjadi kenyataan dengan cara mengambil alih pembangunan kepada Pemerintah Pusat, ujarnya.
(Togi Manurung)
