Labuhan Ratu (Grib Jaya Post) – Program Makan bergizi gratis (MBG) dari pemerintah pusat merupakan salah satu nawa cita besar dari presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia emas pada tahun 2025 guna mencerdaskan anak bangsa dari program makan bergizi gratis agar anak-anak kelak bisa menjadi generasi tangguh yang mampu untuk memajukan bangsa dan negara ini kedepannya.Â

Tetapi niat baik seorang presiden Prabowo Subianto belum tentu bisa terwujud jika tidak ada kontrol sosial dari masyarakat yang menjadi garda terdepan dalam pengawasan di desa di mana satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) itu berada.
Terbukti dari pantauan wartawan media grib jaya post dan Wawancara kepada beberapa warga yg enggan di sebutkan nama nya,
Penyaluran MBG di Desa Raja Basa Lama tepat nya satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Labuhan ratu

pada hari Senin 10 November 2025 di
Desa Raja Basa Lama, Kecamatan labuhan ratu Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, menjadi sorotan setelah penyaluran Makanan Bergizi (MBG) yang dilakukan secara tidak transparan. Warga desa protes karena penyaluran MBG hanya dilakukan oleh kader desa tanpa pendampingan dari perangkat desa atau Instansi Kesehatan uang ada di Desa, padahal ini adalah penyaluran MBG pertama kalinya yang di duga ada keterlibatan Seorang Kepala Desa setempat baik dari permodalan maupun Penyuplai bahan Makanannya, sehingga di duga Melanggar dari pada SOP yang telah di tetap kan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut warga desa,raja basa lama penyaluran MBG yang dilakukan oleh kader desa tanpa pendampingan dari perangkat desa atau Dinas Kesehatan Desa menimbulkan kekhawatiran tentang kualitas dan kuantitas MBG yang dibagikan. “Kami tidak tahu apakah MBG yang dibagikan sudah sesuai dengan standar kualitas dan kuantitas yang ditentukan,” kata salah satu warga desa.
Warga desa juga mempertanyakan mengapa penyaluran MBG tidak dilakukan secara transparan dan terbuka, sehingga semua warga desa dapat memantau proses penyaluran MBG. “Kami ingin penyaluran MBG ini dilakukan secara transparan sehingga semua anak-anak kurang gizi di desa dapat menerima manfaat dari program ini tambah warga desa lainnya.
Kepala Desa Raja Basa Lama, Bapak zunaidi belum memberikan pernyataan resmi terkait penyaluran MBG ini. Namun, warga desa berharap agar pemerintah desa dapat memperbaiki sistem penyaluran MBG dan memastikan bahwa program ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi anak-anak kurang gizi di desa.
Media Grib jaya post bersama Masyarakat akan terus Mengawal SPPG ini dari proses Memasak sampai dengan penyaluran nya.
Bagaimana juga dengan standar kebersihan dan Sanitasi Apakah sudah ketat dan Apakah sudah memiliki Sertifikat layak higienis (SLHS) yang di terbitkan oleh Dinas Kesehatan dan yayasan yang berkompeten dan Mengedepankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional,di karenakan terkadang yayasan tidak terlalu peduli dan Memperhatikan SOP yang penting mereka mendapatkan keuntungan dari SPPG.
(Tim Redaksi)
